SALAKAN POST, SALAKAN – Sejumlah siswa-siswa SMA di Kota Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, Selasa (17/9).
Peristiwa itu diduga terjadi setelah para siswa mengeluhkan rasa sakit, mulai dari sakit perut, kepala dan gatal-gatal usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Diperkirakan, siswa yang menjadi korban dugaan keracunan MBG, berjumlah ratusan yang berasal dari sejumlah sekolah termasuk dari SMA Negeri 1 Tinangkung dan SMK Negeri Tinangkung.
Hal itu pun sontak menuai reaksi dari warganet Banggai Kepulauan di berbagai platform media sosial, mulai dari grup-grup whatsapp hingga facebook.
Menanggapi hal itu, Pimpinan Yayasan Berkat Gemilang Nusantara sebagai Mitra atau Dapur Penyedia MBG Wilayah Kecamatan Tinangkung, Zulkifli Lamiju langsung memberikan klarifikasi.
Zulkifli menuturkan saat kejadian, dirinya sementara berada di Palu, sehingga ia tiba-tiba dikejutkan dengan peristiwa yang telah viral di media sosial itu.
“Mungkin keracunan ikan. Tapi sekarang posisi saya baru sampai Palu, dan ini malam harus langsung pulang terkait dengan masalah itu,” tutur Kifli, sapaan Zulkifli Lamiju kepada media ini.
Pihaknya saat ini masih akan fokus pada penanganan para siswa yang diduga menjadi korban keracunan.
Dia mengungkapkan, Lauk-pauk diperolehnya dari dua sumber, yakni suplayer dan dari Pasar. Jika keracunan siswa dipicu oleh buruknya kualitas lauk, maka menurutnya suplayer dan penjual ikan juga perlu dipertanyakan.
Meski begitu, lanjut dia, sebelum MBG didistribusi ke setiap sekolah semua pihak terkait, mulai dari Dapur penyedia, Ahli Gizi, PIC alias Penangungg jawab, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) atau asisten lapangan, hingga juru masak, wajib memastikan keamanan MBG sebelum didistribusi ke sekolah-sekolah.
“Yang wajib itu, Ahli Gizi, PIC, dan SPPI. Karena sebelum pengantaran makanan, dicicipi dulu sama ahli gizi. Tiap hari dicicipi sebelum pengantaran,” sebutnya.
Meski begitu, selaku Mitra, bersama PIC, dan SPPI menyatakan permintaan maaf dan siap bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Ia berharap, semoga para siswa yang menjadi korban keracunan segera pulih.
Sementara itu, pihak distributor Ikan ke dapur penyedia, Akmal Lippu bersumpah bahwa ikan yang disitribusinya adalah Ikan Tuna segar yang langsung di-fillet (prose pengeluaran tulang) setelah ditimbang.
“Cuma memang pasca penimbangan tadi malam, saya kekurangan 10 kilogram dari kebutuhan dapur, Makanya solusi yang mereka ambil, mereka beli di pasar,” kata Akmal.
Kabar terkini menyebutkan, hingga sore hari, jumlah pasien, korban MBG yang mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan perawatan terus bertambah. (Rif)








