Pekerjaan Rehabilitasi Bangunan Ruang Kelas TK Negeri Pertiwi Terkesan Asal-asalan, Fungsi Pengawas Disoal

oplus_0

SALAKAN POST, SALAKAN – Rehabilitasi berat bangunan ruang kelas TK Negeri Pertiwi Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan yang dilaksanakan oleh CV. Nusa Peling, menuai sorotan.

Pasalnya, pengerjaan bangunan dengan nilai kontrak sebesar dari Rp 338.840.000 tersebut yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2025 itu justru terkesan serampangan alias asal-asalan.

Fakta itu tampak jelas dari sisi penyusunan batu bata pada dinding bangunan yang sebagian terpasang denga posisi agak miring akibat ketebalan spesi (adukan) yang tidak merata.

Bahkan, di sela-sela antara dinding dan tiang utama, sebagian masih tampak celah atau lubang-lubang yang kasat mata, akibat tidak terisi adukan secara penuh.

Pelaksana pekerjaan, Nahrun N. Pange mengakui bahwa pihaknya sedang berupaya mempercepat pekerjaan proyek rehabilitasi itu guna mengejar ketertinggalan progres.

“Pekerjaan ini dipercepat karena mengejar target penyelesaian sebelum tanggal 15,” kata Nahrun saat ditemui awak media ini di lokasi pekerjaan, Selasa (18/11).

Nahrun juga mengaku, lubang-lubang pada sela-sela spesi itu akan tetap diisi adukan sebelum pemelesteran. Kedatangannya pun, ia sebut, hanya untuk mengontrol ketersediaan material.

Ironisnya, saat awak media ini mencoba meminta konfirmasi soal keaktifan pengawas kepada tukang Rabu, (19/11), Mandor justru memberikan jawaban mengejutkan.

“Saya tidak tahu siapa pengawas di sini, mungkin sempat datang, tapi kita tidak tahu, karena kita sibuk kerja. Ada, hanya yang dari alakasing, kalau tidak salah Pak Nahrun,” ungkapnya.

Oplus_131072

Jawaban mandor tersebut justru menimbulkan pertanyaan besar mengenai peran pengawas yang seolah tidak menjalankan fungsi dan tugas sebagaimana mestinya atas pekerjaan tersebut. (Rif)

Pos terkait