BNPB Turunkan Tim Lakukan Monev pada Proyek Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Bangkep

CAPT : Monitoring dan Evaluasi Tim Direktorat Jenderal (Dirjen) Konstruksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB pembangunan tujuh proyek rekonstruksi pengaman pantai di Banggai Kepulauan, Jumat (6/11). [FOTO : ISTIMEWA]

SALAKAN POST, SALAKAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menurunkan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Direktorat Jenderal (Dirjen) Konstruksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah.

Tim yang beranggotakan tiga orang itu dipimpin oleh Ria W., M.Si., dan didampingi oleh anggota tim Adhita F. A., ST. dan Azid Fathoni, S.Si.

Bacaan Lainnya

Sejumlah 5 Orang BPBD Provinsi Sulteng, Kepala Pelaksanan BPBD Bangkep, Saprin K. Piter, S.STP Kepala Dinas PUPR (Asrin, ST.,MT), PPK Proyek (Arba, ST), hingga PPTK (Sixanto A. Esa) turut mengikuti kegiatan Monev yang dilaksanakan selama tiga hari, Jumat – Sabtu, (6-7/11).

Saprin K. Piter menjelaskan, kedatangan Tim Monev Dirjen Konstruksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB bertujuan untuk melakukan kegiatan pemantauan lapangan pemulihan fisik pascabencana melalui pembangunan tujuh proyek rekonstruksi pengaman pantai di Banggai Kepulauan.

“Untuk melakukan pemantauan lapangan pemulihan fisik pascabencana melalui pembangunan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pengaman pasang surut di tujuh titik yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan,” jelas Saprin.

Hari pertama, titik pemantauan dimulai dari Desa Tombos Kecamatan Peling Tengah, berlanjut ke tanggul Desa Bolubung kemudian di Desa Bakalinga Kecamatan Bulagi Utara. Tim dalam kunjungan itu, memeriksa langsung proses dan progress pengerjaan serta memberikan arahan kepada pihak pelaksana mengenai penyelesaian proyek tersebut sesuai waktu pelaksanaan.

Sedang pada hari kedua, Tim melanjutkan pemantauan lapangan di tiga titik lain yang ada di Kecamatan Tinangkung Utara yakni Desa Desa Lalong, Desa Tatakalai dan Ponding. Tim dalam kesempatan itu tidak sempat memantau pengerjaan proyek yang ada Kecamatan Totikum, tepatnya di Desa Kombutokan, karena harus bergegas kembali ke Jakarta hari itu.

PPK, Arba menyebut, dari ke enam titik proyek yang telah dipantau langsung, proyek pembangunan tanggul Desa Ponding-ponding menuai perhatian serius Tim. Pasalnya, progress pengerjaan relative lebih rendah, yakni baru mencapai 20 persen di awal November, dibandingkan ke enam titik lainnya.

Karena itu, Tim Monev Dirjen Rehabilitasi dan Rekonstruksi menekankan kepada pihak perusahaan pelaksana agar lebih meningkatkan bobot pekerjaan, sehingga pengerjaannya dapat diselesaikan tepat waktu.

“Tim BNPB Pusat memberikan penekanan kepada pelaksana CV Lamotono Group agar meningkatkan bobot pekerjaan dan memastikan penyelesaiannya tepat waktu sesuai kontrak,” tegas Arba. (**/Rif)

Pos terkait