SALAKAN POST, SALAKAN – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan, Moh Iqbal Laiti memberikan perhatian serius terhadap isu kenaikan harga BBM yang terjadi di sejumlah desa beberapa waktu lalu.
Bahkan, informasi yang berhasil diperoleh awak media ini menyebutkan bahwa harga BBM jenis Pertalite tembus Rp 20.000 perbotol, sebagaimana terjadi di Desa Luksagu, Kecamatan Tinangkung Utara.
Harga yang tentu tidak wajar itu kemudian memantik reaksi keras Iqbal, sapaan Moh Iqbal Laiti. menurutnya, hal itu sudah melampaui batas kewajaran, sebab memanfaatkan kelangkaan untuk menaikkan harga.
“Lonjakan harga di tingkat pengecer ini tentu merupakan tindakan melampaui batas, karena di tengah kelangkaan BBM, sebagian oknum justru memanfaatkannya untuk meraup keuntungan pribadi. Padahal kita ketahui itu adalah subsidi,” tegasnya.
Dia menilai, hal itu erat kaitannya dengan berbagai isu tentang SPBU yang selama ini banyak melakukan skenario culas untuk mendapatkan keuntungan lebih.
Olehnya, ia mendesak Satgas BBM yang diberikan tanggung jawab untuk mengawal permasalahan tersebut harus melakukan pengawasan intensif demi mengantisipasi tindakan-tindakan yang justru merugikan masyarakat.
“Saya mendesak Satgas BBM agar lebih intens melakukan pengawasan untuk menghindari potensi kerugian masyarakat akibar ulah oknum-oknum tertentu,” tegasnya.
Bila perlu, tambahnya, pengecer yang terbukti “bermain mata” dengan SPBU harus diberikan sanksi tegas, karena sudah menyalahi ketentuan yang telah dtetapkan pemerintah. (Rif)








