Iwan Bua Minta Dishub Optimalkan Peningkatan PAD Melalui Pemanfaatan Aset yang Belum Digunakan

CAPT : Rapat Kerja Komisi II DPRD Banggai Kepulauan bersama OPD Mitra, Senin (8/4/2026). [FOTO : ISTIMEWA]

SALAKAN POST, SALAKAN – Komisi II DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra, Senin (6/4/2026).

Ketua DPRD, Arkam Supu memimpin langsung rapat yang berlangsung di rung kerja Komisi II dan dihadiri Ketua Komisi I, Irwanto IT. Bua atau Iwan Bua, serta anggota Komisi lainnya.

Bacaan Lainnya

Iwan Bua pada kesempatan itu meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk kembali mengagas peningkatan pendapatan daerah melalui pemanfaatan aset yang hingga kini belum  digunakan. Salah Satunya Alat Transportasi laut.

“Alat transportasi laut yang belum optimal dimanfaatkan untuk peningkatan pendapatan daerah perlu digagas kembali, terutama di sektor pariwisata,” pinta Iwan.

Menurut dia, saat ini, salah satu bisnis paling produktif untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah melalui sektor pariwisata, sebagaimana dijalankan pihak swasta di Kabupaten Banggai.

Betapa tidak, informasi yang diperolehnya dari sejumlah pihak swasta, pelakuu bisnis transportasi laut untuk melayani penyeberangan wisata dari Kabupaten Banggai menuju Banggai Kepulauan, meraup keuntungan hingga Rp 6.000.000 perhari.

Menurutnya, Dishub yang memiliki aset memadai berupa kapal dan speed boat yang hingga kini belum optimal digunakan, perlu menggagas kembali rencana untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

“Sehingga pundi-pundi yang diperoleh untuk peningkatan PAD melalui pemanfaatan fasilitas itu dapat meningkat secara signifikan,” kata dia.

Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah daerah membahas skenario komprehensif yang matang dalam rangka menyambut pengoperasionalisasian Dermaga Salakan sebagai pelabuhan peti kemas pada 2027 mendatang.

Menurutnya tanggung jawab Pemda dalam hal ini adalah mendorong peningkatan komoditas lokal yang nantinya bisa mengisi peti kemas saat kapal bertolak dari dermaga tersebut.

“Kapal masuk dengan peti kemas terisi penuh, tapi kalau tidak ada jaminan apa yang mereka bisa keluar, maka saya yakin mereka juga akan mempertimbangkan penghentian operasi,” bebernya.

Sehingga, sambung dia, dermaga salakan tidak hanya menjadi ikon baru kota salakan, melainkan harus benar-benar berdampak pada peningkatan perekonomian daerah. (Rif)

Pos terkait