DPRD Bangkep Paripurnakan Penyampaian Nota Keuangan Rencana Perubahan APBD 2025

CAPT : Rapat Paripurna DPRD Banggai Kepulauan tentang Penyampaian Nota Keuangan Rencana Perubahan APBD Tahun 2025 yang dihadiri Bupati, Rusli Moidady, ST.,MT.,AIFO dipimpin langsung Ketua DPRD, Arkam Supu Didampingi Wakil Ketua I, Rusdin Sinaling, Selasa (23/9). [FOTO : RIFAN/SALAKAN POST]

SALAKAN POST, SALAKAN – DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar rapat paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rencana Perubahan APBD tahun 2025, Selasa (23/9).

Rapat Paripurna yang dihadiri Bupati, Rusli Moidady itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Arkam Supu yang didampingi Wakil Ketua I, Rusdin Sinaling.

Bacaan Lainnya

Mengawali rapat tersebut, Arkam Supu menyampaikan sejumlah agenda lainnya yang turut dibahas dalam rapat, mulai dari Ranperda tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di daerah, Ranperda Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum Daerah Paisu Matano, dan Ranperda Penambahan Penyertaan Moda kepada PT. Bank Sulteng, PDAM, dan Perseroda Trikora Salakan.

Dalam sambutannya, Rusli Moiday menyampaikan pokok-pokok perubahan APBD Tahun 2025 antara lain ; pendapatan daerah yang target awalnya mencapai Rp 998,28 Miliar, turun menjadi Rp 864,74 Miliar.

Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru mengalami kenaikan hingga 6,82% menjadi Rp70,28 miliar dari target awal yang ditetapkan yakni Rp 65 Miliar.

Pendapatan Transfer ikut mengalami penurunan sebesar 14,80% menjadi Rp794,45 miliar, sedang Belanja Daerah terkoreksi mengalami penurunan terutama pada Belanja Operasi 1,32% menjadi Rp644,55 miliar.

Selain itu, Belanja Modal mengalami penurunan signifikan 52,49% menjadi Rp102,45 miliar, yang kemudian diikuti Belanja Tidak Terduga yang juga turun hingga 82,59% menjadi Rp1,52 miliar. Meski demikian, Belanja Transfer tidak mengalami perubahan alis tetap Rp163,19 miliar sesuai asumsi awal.

Dalam rapat itu pula, peningkatan pembiayaan daerah pada penerimaan daerah turut dibahas, terutama berkaitan dengan penambahan penyertaan modal. Pembiayaan daerah mengalami peningkatan pada penerimaan sebesar Rp 50,34 Miliar atau 9,92 persen.

Sedang pengeluaran pembiayaan tetap Rp3,36 miliar, dialokasikan untuk penyertaan modal kepada PT. Bank Sulteng sebesar Rp2,36 miliar dan PDAM Rp1 miliar. (ADV/Rif)

Pos terkait