SALAKAN POST, SALAKAN – Progres pembangunan tanggul pengaman pasang-surut Desa Ponding-ponding Kecamatan Tinangkung Utara hingga kini terus “didongkrak”.
Pasalnya, hingga minggu ke – 8, presentasi capaiannya belum sampai di angka 20 persen atau masih di angka 13 persen per tanggal 26 Oktober 2025.
Hal itu diakui Konsultan dari CV Lamotono Group, Agus Widodo kepada media pada Selasa (28/10).
Agus menyebut beberapa faktor yang mempengaruhi ketertinggalan progress pembangunan tanggul itu, termasuk faktor alam, yakni pasang air laut dan juga hujan.
“Faktor alam terutama, seperti pasang air laut yang biasanya disertai gelombang dan juga hujan,” sebut Agus.
Tanggul Pengaman Pasang Surut Desa Ponding-ponding yang didanai dari Hibah APBN BNPB sebesar Rp3.612.553.876 itu, akan dibangun sepanjang 490 meter itu terbagi dalam 2 tipe.
Tipe 1 memiliki panjang 125 meter dengan lebar koporan 1,75 meter, serta tinggi mencapai 3 meter.
Sedangkan Tipe 2, panjangnya mencapai 365 meter, lebar koporan 2 meter, dan tinggi 3,50 meter.
Meski begitu, Agus mengaku, pihaknya optimis dan berkomitmen akan menyelesaikan pembangunan tanggul tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas.
“Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan. Diharapkan pekerjaan pengaman pantai ini dapat tuntas sesuai batas waktu pada akhir Desember 2025,” ungkapnya.
Olehnya, pihaknya senantiasa memastikan ketersediaan material yang cukup berupa batu dan pasir untuk mengajar target progres pada setiap periodenya.
Tanggul Ponding-ponding diketahui baru mulai dikerjakan pada 27 Agustus 2025, dan perampungannya ditargetkan pada 31 Desember 2025 dengan masa kerja selama 127 hari kalender. (Rif)








