SALAKAN POST, SALAKAN – Menjelang berakhirnya periode Oktober 2025, pembangunan Tanggul Pengaman Pasang Surut Desa Bolubung Kecamatan Bulagi Utara kini telah mecapai progres cukup menjanjikan.
Pasalnya progres proyek yang mulai dibangun pada 14 Agustu 2025 itu, kini telah mencapai 50 persen berdasarkan analisis dari konsultan pengawas perusahaan CV Karathon Mandiri, Yasmin Langolo.
“Hasil analisis dan perhitungan kita, progres pembangunan tanggul ini telah mencapai 50 persen,” sebut Yasmin saat ditemui awak media di sekitar lokasi proyek, Minggu (26/10).
Dia menjelaskan, pembangunan tanggul Desa Bolubung yang juga bersumber dari hibah APBN BNPB itu terdiri dari dua tipe, yakni Tipe I dan Tipe II.
Tipe I, pembangunan tanggul baru dengan Panjang mencapai 400 meter, lebar 1 meter, dan tinggi mencapai 3,70 meter.
Sedangkan tipe II, dibangun sebagai perbaikan atau untuk memproteksi tanggul lama sepanjang 400 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1,75.
Sehingga total Panjang tanggul yang dibangun untuk melindungi pesisir pantai Desa Bolubung dari abrasi akibat gelombang laut itu mencapai 800 meter.
Pihaknya menargetkan, hingga periode Oktober berakhir, progres tanggul tersebut akan menyentuh angka 53 persen.
“Kami menargetkan pada akhir Oktober atau awal November 2025 progresnya bisa naik menjadi 53 persen. Sehingga kami sudah menyiapkan stok material, mulai dari batu dan pasir yang cukup untuk itu,” bebernya.
Meski pembangunan proyek tersebut terkadang mendapat kendala akibat faktor alam berupa pasang air laut dan hujan. Namun pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikannya tepat waktu.
“Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan, walau pun kadang-kadang kita masih terkendala faktor alam, seperti hujan dan air laut pasang,” ucapnya.
Proyek dengan jangka waktu pelaksanaan selama 140 hari itu dibiayai dengan anggaran sebesar Rp4.568.476.767 dari total Rp 27,35 Miliar hibah BNPB untuk Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2025. (Rif).








