Progres Terkini Pembangunan 7 Tanggul Pengaman Pasang Surut di Bangkep, Akhir Tahun Ditargetkan Tuntas

SALAKAN POST, SALAKAN – Memasuki akhir Bulan Oktober 2025, tujuh titik pekerjaan Rekonstruksi Bangunan Pengaman Pasang Surut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) telah mencapai progresnya masing-masing.

Ke tujuh titik proyek itu tersebar di Desa Lalong, Desa Tatakalai (Kecamatan Tinangkung Utara), Desa Kombutokan (Kecamatan Totikum), Desa Bakalinga dan Desa Bolubung (Kecamatan Bulagi Utara) dan Desa Tombos (Kecamatan Peling Tengah).

Bacaan Lainnya

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rekonstruksi Pengamanan Pasang Surut BPBD Bangkep, Arba, ST., MT., menjelaskan, ke tujuh proyek itu dibangun di wilayah-wilayah yang menjadi langganan dampak serius dari abrasi dan banjir rob.

“Tujuh paket pekerjaan ini tersebar di beberapa kecamatan yang hampir setiap tahunnya terdampak abrasi dan banjir rob,” kata Arba.

Proyek dengan jangka waktu pelaksanaan berbeda di beberapa titik, mulai dari 140 hingga 150 hari itu, menurut Arba, merupakan bagian dari program nasional yang pembiayaannya bersumber dari dana hibah BNPB, dengan total nilai kontrak sebesar Rp27,35 miliar.

Laporan triwulan III hasil pemantauan menunjukkan bahwa pembangunan tanggul pengaman pasang surut di Desa Tatakalai yang dikerjakan oleh CV Wamana Awatara mencapai progress tertinggi dengan capaian 60,22.

Catatan itu disusul oleh CV. Putra Afiet di Desa Bakalinga dengan capaian 39,83 persen, kemudian di bawahnya CV Karathon Mandiri di Desa Bolubung dengan progres 36,53 persen.

Sementara di Desa Kombutokan pekerjaan tanggul yang dilaksanakan CV. Bhineka Banggai Bersatu telah menyentuh angka 28,94 persen.

Di bawahnya ada CV. Total Bangun Mandiri yang mengerjakan proyek yang sama di Desa Lalong telah mencapai 27,65 persen. Tidak berbeda jauh dengan CV. Banggai Cemerlang di Desa Tombos yang juga telah mencapai progres 27,25 persen.

Sedangkan satu pekerjaan tangggul lainnya yakni, di Desa Ponding-Ponding yang dikerjakan CV. Lamotono Group baru memperoleh capaian 11,08 persen.

Meski begitu, Arba mengaku, pihaknya akan terus memantau perkembangan progres pekerjaan pembangunan tanggul yang telah berlangsung selama kurang lebih sebulan itu.

“Kami terus melakukan pemantauan agar progres fisik dan administrasi berjalan sesuai target penyelesaian pada Desember 2025,” terangnya.

Dia mengakui bahwa sejumlah lokasi pembangunan tanggul memiliki tantangan masing-masing, mulai dari kondisi geografis hingga cuaca yang mempengaruhi progres pembangunan. Namun pihaknya akan senantiasa menekankan kepada rekanan untuk mempercepat progres tanpa harus mengabaikan kualitas pekerjaan.

“Ya, kita berharap, semua pekerjaan rekonstruksi bangunan pengaman atau tanggul pasang surut ini bisa selesai tepat waktu, sebagaimana ditetapkan dalam jangka waktu pelaksanaan,” tutupnya. (Rif)

Pos terkait