MBG Kembali Beroperasi, Waket II DPRD Bangkep Minta Pengawasan Makanan Harus Diperketat

CAPT : Wakil Ketua II DPRD Banggai Kepulauan, Suhardin Sabalino [FOTO : ISTIMEWA]

SALAKAN POST, SALAKAN – Program Nasional Makan Bergizi Gratis alias MBG kembali beroperasi di Kabupaten Banggai Kepulauan setelah dilakukan pemberhentian sementara pasca kasus keracunan pada 17 September 2025 lalu.

Kabar itu sontak menuai respons dari berbagai kalangan, tanpa terkecuali Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan, Suhardin Sabalino.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, beroperasinya kembali MBG, tentu telah melewati evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN) secara menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah Kecamatan Tinangkung.

“Olehnya, pengawasan terhadap pola pengolahan bahan dan penyajian makanan harus lebih diperketat untuk mengantisipasi kasus keracunan siswa yang kedua kali terjadi di Banggai Kepulauan,” pinta Suhardin Sabalino, Rabu (29/10).

Dia mengingatkan, apa pun yang menjadi hasil evaluasi dari BGN terhadap SPPG harus benar-benar diterapkan sebagaimana mestinya, agar kualitas pengelolaan makanannya terbebas dari zat yang membahayakan.

Terlebih, BGN telah menggelar pelatihan khusus penjamah makanan untuk tiga SPPG di Bangkep, termasuk SPPG Kecamatan Tinangkung, maka tentu itu bisa menjadi modal untuk lebih meningkatkan kualitas pengelolaan.

“Kiranya pelatihan penjamah makanan yang dilaksanakan oleh BGN beberapa waktu lalu, cukup menjadi modal bagi SPPG, khususnya kecamatan tinangkung untuk meningkatkan kualitas pengelolaan bahan dan penyajian makanan,” tandasnya.

Dengan diperketatnya pengawasan, Suhardin berharap, program MBG dapat berjalan sesuai harapan semua pihak, serta kasus keracunan di Bangkep tidak akan kembali terulang.

“Saya juga berharap agar semua perangkat yang ditugaskan dalam pengelolaan MBG benar-benar bisa melakukan tugasnya secara profesional, agar ke depan MBG bisa mencapai tujuan awalnya yakni memenuhi kebutuhan gizi anak,” tutupnya. (Rif)

Pos terkait