SALAKAN POST, SALAKAN – Langkah maju Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Banggai Kepulauan untuk mengakhiri “puasa” perolehan kursi di DPRD pasca Pemilihan legislatif 2024, semakin menguat.
Tekad itu mulai tampak pada pelaksanaan Rapat Konsolidasi dan Silaturahmi bersama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulawesi Tengah di Ballroom Hotel Sidapore Salakan, Sabtu (24/1) .
Ketua Formatur DPD PAN Bangkep, Asmadi Bidal bersama pengurus yang tidak ingin menyiak-nyiakan momen itu, menghadiahkan Tarian Perang Khas Suku Banggai untuk menyambut kehadiran Bupati, Rusli Moidady dan Ronny Tanusaputra (Ketua Harian DPW).
Selain Ronny Tanusaputra, Mohammad Ramadhan Maulana (Sekretaris DPW), Ratna Mayasari Agan (Ketua BM PAN Sulteng), Ronald Gulla (Aleg DPRD Provinsi) yang juga hadir, seolah ikut menguatkan optimisme seluruh kader akan kebangkitan kembali Partai besutan Zulkifli Hasan itu di Bumi Trikora Banggai Kepulauan.
“Kota salakan adalah kota bersejarah sebagai titik singgah armada kapal Komando Mandala sebelum melakukan penyerangan untuk merebut irian barat, kembali ke pangkuan NKRI” kata Asmadi mengawali sambutannya.

Penegasan sejarah itu, bukan hanya sebagai pengenalan latar historis Kota Salakan semata, tapi juga menyiratkan semangat juang kader PAN Banggai Kepulauan untuk kembali berbenah merebut kejayaan yang pernah diraih pada periode kepemimpinan Bupati, Irianto Malinggong (Alm.).
Sebagai loyalis PAN Banggai Kepulauan, Asmadi menyebut bukan hal mustahil untuk kembali menduduki tampuk pimpinan DPRD. Kuncinya, solidaritas dan persatuan sesama kader harus dirawat dan diperkokoh untuk membantu masyarakat dengan membawa partai.
Istimewanya, atas undangan Ketua serta pengurus DPD PAN Bangkep, Bupati rela menunda sehari keberangkatannya ke luar daerah demi membuka langsung rapat konsolidasi itu.
“Jadi, kita patut mengapresiasi kehadiran bapak bupati, masalahnya beliau rela menunda sehari keberangkatannya untuk membuka acara kita ini,” tuturnya.

Kehadiran Bupati dalam rapat tersebut tentu menghadirkan semangat besar bagi pengurus dan kader. Hal itu setidaknya telah menjadi sinyal komitmen Bupati untuk merawat komunikasi politiknya dengan partai yang turut mengantarkannya ke singgasana kepala daerah.
Bahkan, Bupati melalui kesempatan itu memperoleh “tawaran manis” langsung dari Ronny Tanusaputra untuk memperoleh bantuan daerah dari kementerian. Hal itu tentu bukan isapan jempol semata, mengingat kekuatan politik 9 kursi PAN yang ada di Kabinet Merah Putih saat ini.
Syaratnya, Bupati hanya perlu menyiapkan data yang dibutuhkan yang kemudian dikoordinasikan dengan Ketua DPD ke Ketua DPW melalui Sekretaris DPW Sulteng.
Sambutan Ketua Formatur tentu menuai apresiasi dari Ronny Tanusaputra dan seluruh kader serta pengurus yang hadir. Namun ia juga memahami bahwa semangat juang para kader harus dibangun di atas pondasi struktur yang kuat dan matang.
Kematangan struktur baginya, merupakan bagian paling fundamental untuk memastikan seluruh sumber daya partai berfungsi maksimal.
Karena itu, mantan Ketua Bappila DPP Perindo tersebut menegaskan, DPW dalam dua tahun kedepan akan fokus melakukan pematangan dan penguatan struktur mulai dari tingkat DPD hingga DPRT melalui skema evaluasi enam bukan sekali.

Tujuannya, untuk memastikan mesin partai di tingkat DPD hingga DPRT berjalan stabil sesuai arahan DPP, sampai momentum pesta demokrasi pemilihan anggota legislatif tiba.
Bahkan, DPW juga telah mengagendakan pen-caleg-an dini lewat pendidikan politik bagi semua kader, yang salah satu tujuannya menciptakan kader handal yang siap bertarung di panggung politik legislatif.
Hal itu dikakukan sebagai bentuk komitmen partai yang tidak menghendaki adanya “Caleg Impor” pada “injury time” momentum politik, melainkan semua caleg harus berstatus kader partai.
Argumen-argumen yang dilontarkan Ronny Tanusaputra menciptakan kadar relevansi yang tinggi dengan statemen Rusli Moidady sebagai kepala daerah yang memposisikan PAN sebagai salah satu mitra strategis pemerintahan daerah.
“Pemerintah daerah memandang PAN sebagi mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kami berharap, melalui forum ini akan lahir gagaaan-gagasan konstruktif, pemikiran yang progresif, serta komitmen bersama untuk mendukung pembangunan di Banggai Kepulauan,” ucapnya.
Bahkan secara pribadi, Rusli Moidady memandang PAN sebagai “Saudara Kandung” yang senantiasa menyediakan ruang komunikasi dengan menu gagasan soal pembangunan daerah, baik lewat pintu birokrasi mau pun dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah sambutannya, Rusli Moidady menyampaikan harapannya, agar kedepan Partai berlogo matahari itu harus mencapai pucuk pimpinan di DPRD Bangkep, sehingga kolaborasi antara Pemda dan PAN untuk membangun banggai kepulauan ke depan lebih mudah.

Karena ia meyakini hingga kini PAN masih memiliki ruang besar di hati masyarakat, Meski tidak memiliki kursi.
Dia pun berharap kepada semua teman-teman kader PAN senantiasa menjaga semangat kebersamaan, persatuan, serta menjunjung tinggi nilai demokrasi dalam setiap langkah perjuangan politik. (Rif)








