SALAKAN POST, SALAKAN – Kasat Reskrim Polres Banggai Kepulauan, AKP Anton Mowala, S.Kom mewakili Kapolres dalam rapat Pembentukan Satgas Pengendalian Harga Beras yang digelar pemerintah daerah setempat di ruang kerja Sekretaris Daerah.
Rapat yang dihadiri langsung Sekretaris Daerah, Moh Aris Susanto pada Selasa (4/11) tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, mulai dari Asisten II (Edison Moligay), Kepala Bagian Hukum (Eddy Bapitenggene), Kadis Koperindag (Kismanto), Kadis Ketahanan Pangan (Jibran Malotes), dan Kabid Dinas Perhubungan (Sasbudi Nurdin).
AKP Anton kepada media mengatakan, dalam rapat itu sejumlah kendala dalam penanganan inflasi dan kenaikan harga beras di daerah terjelaskan.
Bahkan Bangkep menuai sorotan lantaran menempati urutan ke – 9 dari semua kabupaten di Indonesia, dengan kenaikan harga beras signifikan.
“Hal itu yang kemudian melatarbelakangi pembentukan Satgas Pengawasan Pengendalian Harga Beras serta komoditi lainnya, guna menekan tingginya inflasi,” jelas AKP Anton.

AKP Anton menjelaskan, salah satu langkah awal yang diambil untuk menekan inflasi di Bangkep berdasakan hasil rapat adalah penyamaan persepsi dalam hal pelaporan harga beras antara instansi, sehingga tidak terjadi perbedaan data yang dikirimkan ke pemerintah pusat.
Faktor utama peningkatan harga beras di wilayah Bangkep, sebut dia, disebabkan oleh posisi geografis sebagai wilayah kepulauan yang berimplikasi pada tingginya biaya transportasi.
Selain itu, rendahnya produksi padi di wilayah Bangkep turut mempengaruhi tingginya harga beras. Olehnya, kebutuhan pangan beras masyarakat Bangkep sebagian besar digantungkan ke daerah terdekat.
“Untuk pelaporan harga beras Terbaru sudah dapat dikendalikan yang mana beberapa pasar sudah menjual beras sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi,” tutupnya. (Rif)








