SALAKAN POST, SALAKAN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menghadiri rapat mingguan mengenai inflasi yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (28/1).
Rapat yang digelar secara virtual dan dipimpin langsung Mendagri, Tito Karnavian itu dihadiri langsung Bupati Bangkep, Rusli Moidady beserta sejumlah pejabat daerah.
Tiga hal yang menjadi fokus utama pembahasan rapat tersebut, yakni memantau Indeks Perkembangan Harga (IPH), mengatasi inflasi pangan, serta memastikan kelancaran distribusi barang.
Kemendagri dalam rapat itu memberikan perhatian serius terhadap daerah dengan inflasi tertinggi, evaluasi terhadap harga bahan pokok, serta memastikan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Pemantauan intensif dilakukan terhadap beberapa komoditas pendorong inflasi, seperti emas perhiasan, cabai merah, cabai rawit, beras, daging ayam, telur, dan bawang.Kondisi Inflasi 2025-2026: Inflasi nasional tercatat 2,92% (Desember 2025), masih dalam target 1,5% – 3,5%.
Sementara Provinsi Sulawesi Tengah masuk dalam wilayah dengan inflasi tinggi bersama 5 Provinsi lainnya, termasuk, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Aceh, dan Sumatera Utara.
Pemerintah mengambil langkah strategis dengan melakukan Penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), intervensi harga, pemantauan IPH, dan pemberian TPID Award untuk kinerja terbaik.
Sementara itu, Rusli Moidady mengatakan, pemerintah daerah akan melakukan pemantauan intensif terhadap stablitas harga bahan pokok untuk menjamin daya beli masyarakat.
“Kita berharap, harga bahan pokok tetap stabil hingga memasuki bulan ramadan, sehingga daya beli masyarakat juga bisa stabil,” singkatnya. (**/Rif)








