SALAKAN POST, SALAKAN – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan kini bisa bernafas lega setelah perjuangan panjang untuk mendapatkan fasilitas pelabuhan bertaraf nasional, akhirnya membuahkan hasil positif.
Betapa tidak, langkah pemerintah daerah yang telah dimulai sejak 16 tahun lalu itu, kini mencapai tahap realisasi pembangunan yang ditandai dengan peletakan batu pertama pada Senin (13/10).
Meski begitu, gagasan awal Pelabuhan Salakan telah dimulai sejak masa kempimimpinan Bupati, Irianto Malinggong (alm) pada 2009 dari tahap reklamasi yang kini dinamakan Pantai Indah Salakan (PIS).
Rusli Moidady dalam sambutannya menyampaikan, pembangunan pelabuhan Salakan dilakukan dalam dua tahap dengan sistem multiyears. Tahap pertama tahun 2025 yakni sebesar Rp 15 Miliar, dan tahap kedua tahun 2026 sisanya sebesar Rp 84 Miliar akan direalisasikan.
Dia menyebut, Pelabuhan Salakan berada pada posisi strategis sebagai gerbang utama transportasi laut di Bangkep. Hal itu terbukti secara historis ketika armada kapal perang Indonesia memilih perairan Salakan dan sekitarnya sebagai titik persinggahan sebelum melakukan penyerangan Irian Barat dalam Operasi Trikora pada 1961-1962.
Dia menyebut, Pelabuhan Salakan berada pada posisi strategis sebagai gerbang utama transportasi laut di Bangkep. Hal itu terbukti secara historis ketika armada kapal perang Indonesia memilih perairan Salakan dan sekitarnya sebagai titik persinggahan sebelum melakukan penyerangan Irian Barat dalam Operasi Trikora pada 1961-1962.
“Ini membuktikan bahwa pelabuhan salakan memiliki peran yang sangat strategis dalam pertahanan. Dan insyaa Allah kedepan akan berperan sebagai pintu gerbang perekonomian,” kata Rusli.
Bahkan, ia memimpikan Banggai Kepulauan dengan kapasitas pelabuhan dengan nilai anggaran sebesar Rp 99 Miliar tersebut akan menjadi salah satu pusat perekonomian di Wilayah Timur Indonesia.
Peningkatan lalu lintas barang dan orang, maka keberadaan pelabuhan yang representatif dan modern dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang kegiatan ekonomi, perdagangan, pariwisata, serta konektifitas antar pulau.
Pembangunan tahap awal pelabuhan Salakan bagi pemerintah daerah merupakan langkah awal dari upaya semua pihak untuk mewujudkan transportasi laut yang aman, nyaman, dan berdaya saing.
“kami berharap, pembangunan pelabuhan salakan nantinya, akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, membuka lapangan kerja baru, serta memperlancar arus logistik dan distribusi dan hasil-hasil produksi daerah,” ucapnya.
Terkait hal itu, pemerintah daerah juga mengapresiasi sambutan pemerintah pusat yang telah memberikan dukungan dan respons positif saat pemda Banggkep saat melakukan udiensi di Kementerian Perhubungan.
Dalam kesempatan itu, Rusli Moidady juga mengapresiasi upaya yang dilakukan Kepala KUPP Banggai. Sebab, di beberapa tempat ia bertugas, selalu meninggalkan kenang-kenangan yakni pelabuhan baru.
“Enam belas tahun kita menunggu pelabuhan ini terbangun, beliau baru bertugas sstu tahun, sudah menghadirkan pelabuhan di salakan ini,” pujinya.
Pemerintah daerah mengajak masyarakat sekitar untuk turut mendukung dan mengawasi proyek pembangunan ini, agar berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai harapan bersama.
Kepada pihak pelaksana, ia berharap, agar pembangunan pelabuhan dilakukan sesuai spesifikasi yang benar, sehingga kualitas pengerjaannya bisa diandalkan baik dari sisi keselamatan kerja mau pun sisi lingkungan.
“Pelabuhan sudah terbangun, tahun 2026 november itu adalah batas akhir kontrak, jadi dari sekarang, kira-kira 12 bulan lebih, pembangunan pelabuhan sudah selesai. Insyaa Allah tahun 2027 awal sesuai janji pak KUPP kapal sudah mulai bersandar di sini, Kapal tol laut, kapal perintis, dan beliau sudah menyampaikan ke kami bahwa PT. Temas sudah ada mendaftar, meski pelabuhan belum terbangun,”
Karena itu, ia meminta petani agar mulai mulai memperhitungkan jangka waktu tanam hingga panen bertepatan dengan awal beroperasinya pelabuhan. Sehingga kapal peti kemas, tidak bertolak dari pelabuhan dalam keadaan kosong.
“Kita berharap juga dengan terbangunnya pelabuhan salakan, perekonomian daerah akan tumbuh, akan membuka lapangan kerja baru, dan juga bisa meningkatkan pendapatan daerah,” (Rif).








