SALAKAN POST, SALAKAN – Perusakan sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) hingga kini masih menjadi masalah yang terus dihadapi daerah.
Sejumlah bukti fasilitas yang menjadi sasaran perusakan oknum tidak bertanggung jawab salah satunya pagar dan taman yang ada di terminal pelabuhan salakan.
Tindakan-tindakan vandalisme seperti itu tentu akan menciptakan kesan negatif dalam relevansinya dengan pembangunan infrastruktur di daerah.
Terlebih Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan daerah yang bisa dibilang baru berusia dua dasawarsa, pembangunan infrastruktur yang menunjang perekonomian daerah masih sangat dibutuhkan.
Di sisi lain, perusakan itu juga akan memberikan warna buram terhadap sikap sosial warga Kota Salakan secara umum.

Dengan kata lain, pihak tertentu akan mengalamatkan kesimpulan negative kerusakan itu pada warga Kota Salakan yang sebagian dianggap belum siap menjadi masyarakat kota.
Sebab terminal tersebut menjadi salah satu infrastruktur yang ikut merias wajah Kota Salakan sebagai Ibukota Kabupaten Banggai Kepulauan.
Tentu asumsi seperti itu sulit diterima oleh warga Kota Salakan pada umumnya. Sebab, aksi vandalisme itu hanya dilakukan oleh segelintir orang.
Namun faktanya, oknum perusak yang nota benenya adalah penghuni ibukota, akan ikut membawa nama masyarakat kota secara umum lewat aksi tak terpujinya.
Kepala Dinas Perhubungan, Joko Prihantoro mengatakan, perusak fasilitas terminal itu semestinya menyadari bahwa pembangunan terminal pelabuhan Salakan menggunakan uang rakyat.
“Maka semestinyalah rakyat ikut menjaga terminal tersebut sebagai milik sendiri. Sehingga, perasaan rugi akan muncul sebelum melakukan tindakan perusakan,” kata Joko.
Berkaca pada dua Kabupaten tetangga, atau ibukota daerah lainnya di Indonesia, baik fasilitas terminal, mau pun pelabuhan yang tetap aman dari tangan-tangan perusak.
Hal itu mengindikasikan bahwa masyarakat dari kedua daerah tersebut telah memahami bagaimana peran penting pembangunan infrastruktur di ibukota.
Hal penting yang harus dipahami masyarakat dari pembangunan infrastruktur di ibukota yakni menjadi bagian dari tata rias wajah kota.
Alasannya, Kota yang menyajikan keindahan dan fasilitas yang memadai berpotensi menarik banyak pengunjung. Kota yang banyak dikunjungi berpotensi besar mengalami percepatan ekonomi.
Selain itu, terminal dari segi fungsinya bisa dijadikan sumber pendapatan untuk membantu daerah dalam mendongkrak peningkatan Pendapatan daereah.
Joko Prihantoro menandaskan, tak kalah penting, terminal itu berperan penting membantu masyarakat, khususnya bagi buruh kasar dan kapal-kapal kecil dari beberapa desa untuk aktifitas bongkar muat.
“salah satu yang harus bisa disadari adalah semakin besar kerusakan di terminal itu, maka akan semakin besar pula beban keuangan daerah untuk melakukan perbaikan. Artinya apakah selamanya, uang rakyat kita harus habiskan hanya untuk memperbaiki kerusakan terminal itu,” beber Joko.

Jika kerusakan itu semakin parah, maka aktifitas bongkar muat oleh buruh dan ABK dari sejumlah desa di pelabuhan itu akan terganggu.
Karena itu, Joko meminta oknum-oknum yang telah melakukan kerusakan di terminal tersebut agar saling memahami. Karena ketika Kota Salakan mengalami kemajuan pesat, dampaknya akan ikut dirasakan oleh generasi selanjutnya di kemudian hari. (Rif)








