SALAKAN POST, SALAKAN – Alat pengukur pasang surut air laut yang terpasang di pelabuhan kapal kecil Salakan, Banggai Kepulauan (Bangkep) dicaplok maling.
Kepala Dinas Perhubungan, Joko Prihantoro menuturkan, peristiwa yang hingga kini belum diketahui pelakunya itu, terjadi sekira sebulan lalu.
Padahal Menurut Joko, sapaan Joko Prihantoro Kementerian Perhubungan lebih memilih Kabupaten Banggai Kepulauan daripada Kabupaten Banggai dan Banggai Laut sebagai tempat pemasangan alat itu.
“Kementrian perhubungan pilihannya di wilayah banggai Kepulauan, bukan d luwuk atau banggai laut,” kata Joko kepada media ini via Whatsapp, Minggu (12/11).
Dia mengaku sampai sekarang belum paham motif pelaku mengambil alat pengukur pasang surut yang sangat dibutuhkan masyarakat itu.
“Karena kalau pun dijual, siapa yang akan beli, dan pembelinya pakai untuk apa?,” ucapnya.
Fungsi alat itu, jelas dia, akan mengirimkan sinyal ke satelit jika terindikasi ada potensi kenaikan air yang signifikan di perairan banggai Kepulauan dan sekitarnya.
Pihaknya mengaku sangat menyesalkan sikap egoistik pelaku yang rela mengorbankan potensi keselamatan banyak orang.
Meski begitu, kalau pun pelaku masih mempunyai niat baik untuk mengembalikan alat tersebut, pihaknya tidak akan memidanakan dan akan menjamin kerahasiaan identitasnya.
Namun, masih kata Joko, berbeda halnya jika masyarakat yang melaporkan identitas pencuri tersebut, pihaknya akan memperkarakannya ke penegek hukum.
“Karena itu, kami berharap agar pelaku masih memiliki niat baik untuk mengembalikan. Namun, kalau ada masyarakat yang pernah ditawari untuk membeli, kami berharap identitas penjualnya dilaporkan ke kami,” tutupnya. (Rif)








