SALAKAN POST, SALAKAN – Isu mengenai tingginya harga BBM di tingkat pengecer, khususnya pertalite di Banggai Kepulauan kembali menyeruak.
Informasi yang berhasil dirangkum media ini dari sejumlah warga Kecamatan Tinangkung Utara menyebut, beberapa pengecer mematok harga melampui Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Harganya bervariasi, ada yang jual 15 ribu, 18 ribu, bahkan sampai 20 ribu dari kemarin,” kata salah seorang warga Desa Luksagu yang enggan namanya disebutkan.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah, Moh Aris Susanto mengatakan, saat ini Satgas BBM Bangkep tengah melakukan investigasi lapangan untuk menindaklanjuti laporan warga.
Dia menegaskan, jika hasil investigasi menemukan ada pengecer yang menjual BBM melampui HET, maka Satgas akan membekukan rekomendasi yang bersangkutan.
“Satgas telah turun ke tinangkung Utara untuk memantau harga BBM disana berdasarkan laporan masyarakat, kalau terbukti yg bersangkutan akan dibekukan rekomendasinya dan tidak akan lagi dilayani di SPBU,” tegasnya.
Dia menyebut, satgas juga tengah melakukan evaluasi terhadap SPBU dan pihak-pihak yang mendapatkan rekomendasi penyaluran berdasarkan data kuota BBM di setiap SPBU dan Jumlah yang masuk di Bangkep.
Menurutnya, hal penting yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah pendistribusian BBM harus sampai ke desa-desa dengan harga yang wajar.
“Kemudian yang harus juga dijaga adalah kepastian BBM bisa terdistribusi sampai ke desa dengan harga yang wajar,” bebernya.
Masukan dari semua pihak, sebut dia, tentu akan menjadi bahan evaluasi satgas untuk memaksimalkan distribusi BBM d Bangkep
Satgas, tandasnya, akan melakukan langkah terukur melalui rapat evaluasi berdasarkan data-data yang telah diperoleh dari lapangan, termasuk informasi dari camat.
“Intinya Pemda melalui satgas ingin memastikan bahwa BBM benar2 tersedia sampai ke seluruh wilayah Bangkep sesuai dengan kuota yg ada dan mampu mengoptimalkan kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (Rif)








