SALAKAN POST, SALAKAN – Intensitas kerusakan jalan umum di Wilayah Kecamatan Totikum Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), hingga kini terus mengalami peningkatan.
Selain faktor usia, peningkatan kerusakan jalan itu juga secara signifikan diduga tidak lepas dari kontribusi penggunaan alat berat yang melintas secara bebas tanpa menggunakan SOP yang ketat.
Terbaru, sebuah excavator yang diduga didatangkan oknum pengusaha besar di Kecamatan Totikum Selatan, melintas dengan santai di atas ruas jalan umum ruas provinsi, tepatnya jalan yang melewati Desa Kalumbatan
Padahal, jalan yang menjadi akses primer masyarakat untuk berbagai aktifitas itu diketahui berstatus rusak berat. Namun oknum pengusaha yang dimaksud tampak apatis terhadap penderitaan masyarakat saat melintasi jalan itu.
Parahnya, bukan sebatas penderitaan, angka kecelakaan yang tidak lagi terhitung jari akibat kerusakan jalan itu pun, seolah tidak bisa menyentuh nuraninya untuk mempertimbangkan penggunaan alat berat dan kendaraan over kapasitaa muatan di jalan rusak berat.
“Semestinya bukan lagi hanya soal bagaimana masyarakat setengah mati, tapi sudah banyak yang kecelakaan lantaran kondisinya (jalan) yang tidak memungkinkan lagi, kenapa dia tidak berfikir begitu,” tutur sumber yang namanya enggan disebutkan.
Ironisnya lagi, potret buram ketidakadilan penggunan jalan itu hingga kini terus menjadi tontonan pilu, yang seakan mengindikasikan bahwa pengusaha bebas melakukan pelanggaran aturan.
Atas tindakan kesewenangan itu, warga meminta agar pemerintah daerah, baik DPRD mau pun instansi pemerintah daerah, Dinas Perhubungan terkait tidak menutup mata serta memberikan tindakan tegas ke oknum pengusaha tersebut.
Sebab, aksi yang dilakukan oknum pengusaha tersebut, menurut sumber itu, bukan hanya terjadi kali ini, melainkan sudah terjadi secara berulang dari tahun ke tahun.
“Saya kira pemerintah daerah, terutama instansi terkait sudah tidak bisa lagi menutup mata, karena ini sudah keterlaluan, sudah bertahun-tahun, mulai dari alat berat yang dia bawa sampai ke truk pengangkut semennya yang kelebihan kapasitas. Masa hanya karena hanya kepentingan usahanya, kemudian rakyat yang harus menderita,” tandasnya.
“Jika pemerintah masih tetap bungkam dengan persoalan ini, saya yakin cepat lambatnya, masyarakat yang kehabisan kesabaran akan turun tangan langsung,” tandasnya. (Rif)








