SALAKAN POST, SALAKAN – Pembangunan Taman Kota Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan yang diresmikan belum lama ini menuai perhatian serius dari sejumlah kalangan, termasuk Anggota Legislatif (Aleg) dari Dapil I, Moh. Ikbal Laiti.
Menurut Ikbal sapaannya, penamaan Taman Kota Salakan terkesan mengaburkan fakta sejarah di balik pembangunan Monumen Trikora Jaya Wijaya dan Lapanngan yang kini dijadikan taman.
Karena itu, saya berharap nama “taman kota salakan” digantik dengan membawa identitas sejarah perjuangan yaitu Monumen Trikora Jayawijaya,” seru Ikbal.
Alasannya sederhana, kata dia, sebab ada fakta serta nilai historis yang harus dijunjung tinggi dan tidak bisa dihilangkan dari segala bentuk penamaannya, sebagai simbol penting untuk menandai sejarah perjuangan bangsa.
Esensinya, sebut dia, penyematan simbol sejarah dalam penamaan Taman Kota Salakan merupakan bentuk penghargaan atas jasa-jasa pahlawan yang telah meneteskan darah dan air mata demi menghadiahkan kemerdekaan untuk negeri ini.
“Intinya saya selaku salah satu representasi pemuda di parlemen kurang bersepakat atas penamaan Taman kota salakan yang itu perlahan akan menghilangkam Nama Monumen Trikora Jayawijaya,” tegasnya.
Terlebih, selaku Pemerintah daerah seharusnya bisa memberikan contoh kepada masyarakat terutama menghormati Nilai dan semangat Perjuangan tersebut.
“sebab Ini bukan hanya soal pembangunan, modernisasi ataupun keindahan kota, tetapi ini soal Nilai Perjuangan para pejuang yang disimbolkan dalam sebuah monumen dan juga prasasti,” tutupnya. (Rif)








