SALAKAN POST, SALAKAN – Peningkatan ekonomi petani dalam Pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKDP) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) tahun 2027 kembali mengemuka.
Anggota Fraksi Kebangkitan dan Solidaritas, Harianto Sadardi secara tegas menyoroti penafsiran tema RKDP yang menurutnya jelas mencerminkan keberpihakan pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.
Namun secara riil di lapangan, dari upaya peningkatan ekonomi itu, menurutnya tidak mencerminkan adanya keberpihakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Padahal kita bicara soal infrastruktur yang mampu menunjang peningkatan perekonomian masyarakat, tapi hari ini faktanya sangat-sangat tidak kelihatan infrastruktur yang menyentuh langsung, terutama bagi petani dan nelayan” kata Harianto.
Dia juga menyinggung soal pelaksanaan kegiatan pembangunan yang masih memperlihatkan indikasi penggunaan anggaran yang mengabaikan sisi efektifitas.
Pernyataan itu dibuktikannya dengan pembangunan Pustu Desa Tobungku yang seharusnya tidak mengalami pembongkaran total alias masih layak untuk rehab ringan, justru mendapat pembongkaran total hanya untuk memenuhi ketercapaian persentase.
“Padahal pustu itu masih sangat layak untuk rehab ringan, tapi justru dibongkar total demi memenuhi persentase capaian. Begitu juga di bidang pendidikan, di sekolah-sekolah,” jelasnya.
Padahal, sambungnya, jika efektifitas pengelolaan anggaran benar-benar diimplementasikan, maka agenda peningkatan ekonomi masyarakat melalui infrastruktur tidak akan banyak terabaikan.
Dia menambahkan, kebijakan pemerintah pusat terhadap pengalokasian anggaran tetap disepakati DPRD. Namun menurutnya, hal-hal yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan petani juga harus diprioritaskan, seperti jalan-jalan menuju akses pertanian masyarakat, sebagai bukti kepedulian pemerintah terhadap petani.
Olehnya itu, ia mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk secara bersama-sama menyatukan penafsiran serta menegaskan konsistensi dalam penjabaran isu-isu serta kebijakan daerah agar ke depan tidak lagi memunculkan sikap saling menyalahkan. (Rif)








