Tokoh Desa Luksagu : Bangkep Tidak Butuh Pemimpin yang Lingkunganya Dikelilingi Tukang Fitnah

CAPT : Di Depan ratusan warga Desa Luksagu, Lukman Sahabu, Salah seorang tokoh Desa setempat menyampaikan orasi politiknya pada Kampanye terbatas Rusli - Serfi, Jumat (18/10). [FOTO : RIFAN/SALAKAN POST]

SALAKAN POST, SALAKAN – Gelombang isu dan fitnah yang menghantam Paslon Rusli Moidady dan Serfi Kambey (Rusli – Serfi) disahuti Lukman Sahabu, tokoh masyarakat Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung, Jumat (18/10).

Lukman, sapaan Lukman Sahabu menegaskan bahwa Banggai Kepulauan tidak membutuhkan calon pemimpin yang lingkungannya dikelilingi oleh orang-orang yang pekerjaannya hanya menebar memfitnah.

Bacaan Lainnya

“Banggai kepulauan tidak butuh calon pemimpin yang dikelilingi oleh tukang fitnah, bangkep butuh pemimpin yang punya daya jelajah tinggi untuk memimpin daerah ini,” tegas Lukman saat diberi kesempatan orasi dalam acara kampanye Rusli – Serfi di Luksagu.

Memurut Lukman, isu yang menyebutkan keterlibatan Rusli Moidady dalam kasus tipikor APBD tahun 2019 senilai Rp 29 Miliar merupakan isu dangkal dan receh.

karena, semua pihak sudah mengetahui bahwa kasus itu sudah selesai di tingkat pengadilan negeri Palu. dan satu-satunya yang divonis sebagai tersangka adalah Ahmad Thamrin, mantan Kepala BPKAD Banggai Kepulauan. Sedang, Udin Lamena dijatuhi hukuman sebagai korban yang dilibatkan Ahmad Thamrin dalam kasus itu.

Kampanye hitam (Black Campaign) seperti itu, sebut dia, tidak lagi sesuai dengan model perpolitikan saat ini. Kandidat seharusnya sudah harus saling adu gagasan untuk perbaikan daerah ke depan.

“Kandidat semestinya saling adu gagasan untuk kemajuan daerah ke depan, bukan malah menebar fitnah sana- sini untuk menjatuhkan lawan, itu pola lama,” tandasnya.

Olehnya, ia mengajak warga Luksagu untuk memilih calon pemimpin yang lebih mengetahui seluk beluk daerah dan permasalahan daerah ini. “Satu-satunya paslon yang benar-benar memahami kondisi daerah ini hanya Rusli Moidady dan Serfi Kambey, terlebih dia adalah putra daerah” tutupnya. (Rif)

Pos terkait