SALAKAN POST, SALAKAN – Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri RI, Risnandar Mahiwa menitip harapan kepada seluruh ormas untuk mendidik masyarakat menjadi pemilih Cerdas.
Harapan itu diketengahkannya saat menyampaikan laporan dalam Webinar bertajuk “Partisipasi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Dalam Pendidikan Pemilih Cerdas Untuk Mewujudkan Pemilu Berkualitas Tahun 2024”, Rabu (25/1).
Webinar kali ini menghadirkan Narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain Komisioner KPU RI, Mochammad Afiffuddi. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholih Staquf. Tenaga Professional Bidang Strategi Lemhannas RI, Komjen Pol. Heru Winarko. Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Izzul Muslimin. dan dihadiri juga oleh Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja.
Dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Direktur Politik dan PUM Kemendagri, Bachtiar itu, Risnandar mengatakan, satu pilar penting masyarakat dalam mendidik masyarakat menjadi pemilih cerdas menuju Pemilu berkualitas adalah keberadaan Ormas.
“Salah satu pilar penting masyarakat dalam hal ini dipresentasikan oleh keberadaan Ormas,” kata Risnandar yang juga menjabat sebagai Plh. Sekretaris Ditjen Politik dan PUM Kemendagri.
Dia menyebut, ormas tercatat sebanyak 514.365. Jumlah itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa demokrasi berjalan maju di Indonesia.
Dengan jumlah sebanyak itu pula, Risnandar berharap ormas dapat berkontribusi dalam menyiapkan kader-kader pemimpin yang baik, baik sebagai penyelenggara mau pun sebagai peserta pemilu.
Harapan yang tak kalah penting disampaikan Risnandar adalah bagaimana peran ormas dalam mengedukasi masyarakat untuk menjadi pemilih Cerdas.
“Diharapkan Ormas dapat memberikan kontribusi dalam menyiapkan kader-kader pemimpin baik sebagai penyelenggara ataupun sebagai peserta pemilih, dan juga dalam mengedukasi masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas”. kata Risnandar.
Bachtiar : Ini Bisa Dibilang Algoritma.
Direktur Politik dan PUM Kemendagri, Dr. Bachtiar saat membuka webinar tersebut mengatakan, salah satu aktor penting dalam pemilu adalah masyarakat sendiri.
Menurutnya, mustahil bagi penyelenggara pemilu dapat menyentuh seluruh masyarakat. Untuk itu, diperlukan peran serta ormas mendukung kelancaran dan kesuksesan pemilu 2024 mendatang.
Bachtiar menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang dilakukan setiap minggu oleh Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, sebagai bentuk dukungan kepada penyelenggara Pemilu.

“Ini bisa dibilang Algoritma. Algoritma ini memiliki 2 mata, mata baik dan mata kurang baik. Produksi teknologi Algoritma adalah seseorang yang membuka konten positif di media sosial, akan selalu diberikan konten positif. Begitu juga sebaliknya. Jadi teknologi Algoritma ini bisa menciptakan kebenaran-kebenaran, dan bisa sebaliknya,” bebernya.
Oleh karenanya, lanjut Bachtiar, teknologi Algoritma bisa mengancam kerukunan Pemilu 2024. Apabila teknologi Algoritma tidak mampu dipahami dengan baik, maka akan menimbulkan kekeliruan.
Menghadirkan Pemilih cerdas hari ini tantangannya tentu berbeda dengan 5 atau 10 tahun yang lalu. Oleh karenanya mengedukasi masyarakat hari ini memiliki tantangan tersendiri berbeda degan waktu-waktu sebelumnya”. tegas Bahtiar.
Dia menambahkan, hal itu merupakan bentuk komitmen Ditjen Politik dan PUM Kemendagri melalui Direktorat Organisasi Kemasyarakatan dalam mendukung KPU, Bawaslu, dan DKPP.
Webinar ini dihadiri oleh lebih dari 1000 perserta secara virtual dan ditayangkan secara live di channel Youtube Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri. Hadir juga dalam acara ini Kepala daerah Bupati, Ketua DPRD Provinsi, Sekretaris Daerah, Jajaran Forkopimda Provinsi Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, OPD, dan Organisasi masyarakat seluruh Indonesia. (**/Rif)
Sumber : kemendagri.go.id








