]SALAKAN POST, SALAKAN – Banjir Rob yang melanda hampir seluruh kawasan pesisir Indonesia, juga ikut dirasakan masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan.
Salah satu desa yang bisa dikatakan setiap tahunnya menjadi langganan Banjir Rob di Bangkep, yaitu Desa Kalumbatan Kecamatan Totikum Selatan
Kali ini, warga Desa Kalumbatan kembali dibuat kesulitan akibat fenomena tersebut.
Bahkan, informasi yang dihimpun media ini, Senin (23/1) menyebutkan, banjir tersebut menutupi hampir separuh daratan pemukiman warga.
informasi serupa dibenarkan Roni P. Muhammad, Kepala Desa setempat. Ia mengatakan, mulai dari areal pasar, banjir meluas hingga ke Masjid besar (Al-Hijrah).
“Banjir melebar mulai dari area pasar hingga ke Masjid besar, Al-Hijrah Desa, dengan ketinggian rata-rata di atas mata kaki orang dewasa,” kata dia.
Akibatnya, sebagian pondasi sebagian rumah warga ikut terendam. Hingga kini, media ini belum mendapat informasi pasti berapa jumlah rumah yang terendam.
Bahkan beberapa jembatan timbunan yang menghubungkan rumah-rumah warga yang ada di laut dengan daratan ikut terendam.
Luapan banjir mulai meluas hingga ke daratan, telah dirasakan warga sejak dua hari sebelumnya. dan menurut amatan kepala desa setempat, kali ini kondisinya lebih parah.
Kepala Pelaksana BPBD Bangkep, Saprin K. Pitter kepada media ini memastikan bahwa himbauan dari BMKG berkaitan dengan Banjir Rob sudah diteruskan pihaknya ke semua kecamatan, sejak Desember 2022.
“Sudah ada himbauan dari bulan Desember ke seluruh kecamatan di banggai kepulauan,” tandasnya.
Namun, Kepala Desa yang dimintai konfirmasi terkait himbauan itu, mengira BMKG telah mengeluarkan himbauan terbaru untuk Januari 2023 ini.
“sehingga waktu ditanya soal himbauan terkait itu, saya bilang belum ada,” tutur Roni.
Hingga berita ini ditayangkan, media ini belum berhasil menghubungi satu dari beberapa warga yang lantai rumahnya ikut terendam. (Rif)








